Tanggapi Survei Maraknya Pelajar yang Mendukung Radikalisme, Staf Ahli Mendikbud: “Jangan digeneralisasi!”

Kode Iklan Di Sini


(Kamis, 2/10/17) Indonesia sedang jadi sorotan. Maraknya isu radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa menyisakan pertanyaan yang mengkhawatirkan. Benarkah siswa-siswi kita lebih setuju khilafah menggantikan NKRI?

Menyikapi isu yang menghangat ini, Staf Ahli Mendikbud Arie Budhiman mengingatkan agar hasil survei yang ada selama ini tidak bisa menggenerelasi siswa-siswi saat ini telah berpaham radikal.

”Secara teknis survei harus dilihat lagi apakah respondennya representatif dan hasilnya valid,” ujarnya seperti dikutip dari Sindonews.com

Sebelumnya banyak diberitakan hasil survei yang menyimpulkan bahwa aliran radikalisme saat ini sedang marak di lingkungan pendidikan, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.

Media asing Reuters melansir berita bahwa 20% pelajar sekolah menengah dan mahasiswa di Indonesia positif mendukung khilafah diterapkan di Indonesia.

Selain itu, survei yang dilakukan Alvara Researh Center (lembaga yang bepusat di Jakarta) yang melakukan survei terhadap 4.200 pelajar muslim menyimpulkan, satu dari 10 siswa kita sudah mendukung sistem khilafah. Satu dari empat pelajar bahkan siap berjihad mewujudkan khilafah.

"Ini menunjukkan bahwa pengajaran intoleran telah memasuki universitas dan sekolah menengah atas," ujar juru bicara Alvara.

Lebih lanjut Arie Budhiman mengatakan, pihaknya bersama pemerintah saat ini sedang meningkatkan pertumbuhan penguatan pendidikan karakter (PPK). Tujuan program ini yang paling utama adalah menangkal radikalisme di lingkungan pelajar.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tidak menyematkan stigma atau cap negatif terhadap pelajar. Seperti menggunakan label “radikalisme” di atas.

Saat ini, pelaksanan PPK dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, 1.626 sekolah ditargetkan menjadi pilot project  yang akan berdampak pada sekitar 9.830 sekolah sekitarnya.

Penyematan stigma “radikal” bagi pelajar bukan hanya menghambat program ini, tapi juga berdampak pada hancurnya optimisme dan terganggunya pertumbuhan generasi muda yang sedang dalam masa pencarian jati diri.

Sumber:
"Pendidikan Karakter Tangkal Radikalisme" https://nasional.sindonews.com/read/1253825/144/pendidikan-karakter-tangkal-radikalisme-1509603790

Berita Terkait:

This Is The Newest Post
Disqus Comments