Dapat Teguran, Sekolah ini Akhirnya Mencabut Kewajiban Bercadar bagi Siswinya

Kode Iklan Di Sini

Sebuah foto yang menampakkan kegiatan belajar dengan seluruh siswinya memakai cadar mendadak viral dan dishare ribuan orang. Mereka adalah siswi SMK Attholibiyah Kecamatan Bumijaya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Dikutip dari Tempo.co, sekolah ini mewajibkan siswinya menutup wajah dengan cadar warna hitam. Tak hanya itu, kelas untuk siswa laki-laki juga dipisah dengan siswa perempuan.

Saat diminta keterangan, salah seorang siswi mengaku melakukan hal ini karena mengikuti aturan sekolah. “Enggak masalah memakai cadar, orang tua juga sudah tahu dan mengizinkan," ungkap Puput Fiara.

Sementara dari pihak Kepala Sekolah, Kustanto Widyamoko tak menampik foto yang beredar adalah siswi-siswinya. "Ya sudah satu tahun ini, pemberlakuan pakai cadar," kata Kustanto.

Meski demikian, dirinya bersama pengelola yayasan menolak keras adanya pihak-pihak yang menganggap sekolah ini mengajarkan radikalisme.

"Kami dari pengelola terus terang ingin menjaga anak-anak yang sudah dititipkan orang tua mereka. Jangan sampai mereka itu berpacaran, maksiat dan sebagainya," ungkap Ketua Yayasan Attolibiyah Habib Sholeh.

"Saya kira, sekolah ini jauh dari apa yang dituduhkan. Kami tidak pernah mengajarkan radikalisme,".

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa pondok pesantren dan sekolah yang ia kelola berafiliasi dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah NU. Sehingga mustahil kalau mengajarkan radikalisme. Upaya ini merupakan ikhtiar untuk menjaga pergaulan anak zaman sekarang.

Ditegur Dinas Pendidikan


Tersiarnya kabar siswa yang diwajibkan menggunakan cadar ini mendapat perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Kebijakan sekolah ini dinilai bertentangan dengan Permendibud Nomor 45 Tahun 2014 tentang seragam sekolah.

Meski sama sekali tidak ada indikasi radikalisme, dikhawatirkan muncul persepsi macam-macam di masyarakat mengingat saat ini sedang gencar Islam radikal yang salah satu cirinya menggunakan cadar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari menuturkan sebagai sekolah di bawah naungan Disdikbud, SMK Attholibiyah harus menaati peraturan di atasnya yakni Permendikbud. "Aturan seragam sekolah sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014," ungkapnya.

Akhirnya, kedua pihak menemukan jalan tengah. Yayasan Attholibiyah melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan tersebut.

Hasilnya, kewajiban memakai cadar akhirnya dicabut, dan hanya diwajibkan saat berada di lingkungan pesantren.

"Saya kira itu win-win solution, ya. Kami masih bisa menerapkan cadar, tapi tidak melanggar aturan," ujar Ketua Yayasan Attholibiyah, Habib Sholeh.

Sumber:
“Ditegur Dinas Pendidikan, SMK Attholibiyah Cabut Aturan Cadar” https://nasional.tempo.co/read/1029304/ditegur-dinas-pendidikan-smk-attholibiyah-cabut-aturan-cadar

Berita Terkait:

This Is The Oldest Page
Disqus Comments